Warning! Medsos Terbukti Bisa Memicu Gangguan Mental pada Anak Muda

Niko Prayoga
Ilustrasi remaja main media sosial. (Foto: Ilustrasi AI)

"Skrining itu membantu kita untuk bisa mengetahui, mungkin kita merasa baik-baik saja, tetapi setelah dicek, 'Wah, ini kok mulai tanda bahaya nih,' gitu kan. Nah, jadi dia harus segera untuk mengakses suatu layanan kesehatan. Sehingga kalau seawal mungkin kita bisa mendapatkan pertolongan, itu tidak jatuh terus ke bawah,” pungkasnya.

Bagi remaja, menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus informasi digital dapat dimulai dengan lebih kritis menyikapi konten, membatasi paparan yang memicu tekanan, dan tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai patokan mutlak.

Jika kecemasan atau perubahan suasana hati berlangsung terus-menerus hingga mengganggu sekolah, hubungan sosial, tidur, atau aktivitas sehari-hari, jangan ragu bercerita kepada orang tepercaya dan mencari bantuan tenaga kesehatan profesional. 

Menjadi catatan penting untuk kita semua bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana berkomunikasi dan memperoleh informasi, bukan sumber tekanan yang membuat seseorang terus merasa tidak cukup baik.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 hari lalu

5 Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Anak, dari Obesitas hingga Gangguan Mental

1 bulan lalu

Darurat Kesehatan Mental, Kemenkes Ungkap Usia 11-17 Tahun Rentan Percobaan Bunuh Diri

2 bulan lalu

Detoks Medsos 1-2 Minggu Penting untuk Kesehatan Mental, Ini Faktanya!

3 bulan lalu

Kesehatan Mental Anak Tak Boleh Diabaikan, Kini Skrining Bisa Dilakukan Online

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal