Waspada! BPOM Temukan Ribuan Pangan Ilegal dan Berbahaya pada Ramadan 2026

Annastasya Rizqa
BPOM) menemukan ribuan produk pangan ilegal dan berbahaya selama pengawasan intensif Ramadan 2026. (Foto: BPOM)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan ribuan produk pangan ilegal dan berbahaya selama pengawasan intensif Ramadan 2026. Temuan tersebut muncul dari inspeksi yang dilakukan di berbagai daerah menjelang Hari Raya Idulfitri.

Kepala BPOM Taruna Ikrar memimpin langsung inspeksi pangan di salah satu pasar takjil di wilayah Panakkukang, Makassar, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah untuk melindungi masyarakat dari peredaran produk yang berisiko bagi kesehatan.

Taruna memaparkan, pengawasan tahun ini direncanakan berlangsung dalam lima tahap sejak awal Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Dari hasil sementara hingga tahap II, BPOM menemukan peningkatan jumlah sarana yang diperiksa dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan data pelaksanaan inwas hingga tahap II [per 26 Februari 2026], terdapat peningkatan signifikan pada jumlah sarana yang diperiksa, yakni naik 23% dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Taruna Ikrar dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 32.608 pieces produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK). Jumlah ini meningkat 44 persen dibandingkan temuan pada periode yang sama tahun lalu.

Mayoritas produk yang ditemukan merupakan pangan tanpa izin edar (TIE) sebanyak 18.420 pieces atau 57 persen. Selain itu terdapat 11.486 pieces produk kedaluwarsa (35 persen) dan 2.702 pieces produk rusak (8 persen).

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Makro
23 hari lalu

BPS Catat Inflasi Maret 2026 Turun jadi 0,41% meski Puasa dan Lebaran

Nasional
24 hari lalu

Menlu 8 Negara Kecam Keras Israel: Halangi Ibadah di Masjid Al Aqsa hingga Gereja Suci Yerusalem

Seleb
1 bulan lalu

Mengharukan! Harry Kiss Ungkap Vidi Aldiano Lahir dan Meninggal Dunia di Bulan Ramadhan

Nasional
1 bulan lalu

Airlangga Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,5%, Didorong Geliat Ramadan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal