Pengalaman tersebut membuka perhatian terhadap satu hal yang kerap luput dari pengamatan orang tua, yaitu bagaimana anak bernapas ketika tidur.
Bernapas melalui mulut dapat terjadi ketika aliran udara melalui hidung terganggu. Salah satu penyebabnya adalah pembesaran adenoid atau amandel. Adenoid merupakan jaringan yang berada di bagian belakang hidung dan tenggorokan.
Menurut American Academy of Pediatrics, adenoid yang membesar dapat membuat anak lebih sering bernapas melalui mulut, mengalami napas berisik pada siang hari hingga mendengkur saat malam.
Masalah pada hidung juga dapat berperan, termasuk hidung tersumbat akibat alergi atau peradangan. Karena penyebabnya beragam, kebiasaan bernapas melalui mulut tidak bisa langsung dianggap sebagai tanda satu penyakit tertentu.
Mendengkur menjadi lebih perlu diperhatikan apabila muncul secara rutin dan disertai tanda gangguan pernapasan saat tidur.