"Saya komentar di utas pihak lain untuk mencoba meluruskan masalah yang menurut saya penggiringan opini buruk soal BPJS-an. Namun hal itu digoreng oleh pihak ketiga, ditambah mungkin algoritma menghubungkan utas saya soal BPJS ke kasus tersebut," lanjutnya.
Dokter Tamara menegaskan bahwa komentarnya bukan ditujukan kepada Yurizal secara pribadi. Dia mengaku hanya ingin memberikan pandangan terkait sistem pelayanan BPJS yang menurutnya kerap disalahpahami masyarakat.
Menurut dr Tamara, narasi yang berkembang di media sosial justru berpotensi memunculkan prasangka antara pasien dengan tenaga kesehatan sehingga dapat mengganggu pelayanan.
"Sebagian besar komentar di Threads adalah penggiringan opini buruk soal BPJS dan nakes. Itu yang mau saya luruskan," tulisnya.
Dia juga menilai tenaga kesehatan kerap menjadi sasaran kemarahan pasien, padahal hanya menjalankan aturan yang berlaku dalam sistem BPJS.