Rumah sakit juga mengungkapkan bahwa dr Tamara Jasmine merupakan dokter yang baru bergabung di RS Pusri sejak Mei 2026. Selain bertugas di RS Pusri, dia juga diketahui bekerja di klinik lain.
Di tengah ramainya polemik tersebut, RS Pusri memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan seperti biasa.
Manajemen menegaskan insiden yang melibatkan salah satu dokternya tidak akan memengaruhi kualitas maupun kontinuitas pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Selain itu, RS Pusri menegaskan seluruh tenaga medis yang bekerja di bawah naungannya wajib menjunjung tinggi profesionalisme, etika profesi, dan integritas, termasuk saat menggunakan media sosial.
Nama dr Tamara Jasmine menjadi perhatian publik setelah mengunggah komentar yang menyinggung pasien BPJS di tengah ramainya kasus Yurizal Tri Chaerawan.
Sebelumnya, Yurizal mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap sebagai pasien BPJS Kesehatan. Unggahan tersebut kemudian dibalas berbagai komentar bernada sinis dari sejumlah akun yang diduga milik dokter maupun tenaga kesehatan.
Setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, komentar-komentar tersebut kembali viral dan memicu kecaman publik. Sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang ikut menjadi sorotan telah menyampaikan permintaan maaf, sementara berbagai rumah sakit dan organisasi profesi mulai mengambil langkah evaluasi terhadap tenaga medis yang terlibat.