"Ya pasti saya akan mengevaluasi selama ini konten saya. Ke depannya cuma konten dengan niat yang lebih lurus, bermanfaat, positif, menghibur, dan mengedukasi bangsa," ujarnya.
Bigmo mengaku kapok setelah dua kali berurusan dengan hukum. Dia tidak ingin kembali melakukan kesalahan serupa dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menggunakan media sosial.
"Ya, kapok. Sangat kapok. Ini jadi pelajaran banget buat saya. Ke depannya pasti lebih baik dan positif lagi," ucapnya.
Sementara itu, kuasa hukum Bigmo, Riphat Senikentara, meminta masyarakat memahami proses pendewasaan yang sedang dijalani kliennya. Menurut dia, Bigmo sudah menyadari kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf.
Pihak kuasa hukum juga mengklaim telah menemui keluarga anak-anak yang muncul dalam konten tersebut untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
"Di usia 24 tahun, siapa sih yang tidak punya kesalahan? Bigmo sudah memahami dan meminta maaf, dan sudah bertemu juga dengan pihak keluarga. Mereka sepakat semua yang terjadi spontan, tidak ada yang di-brief," kata Riphat.
Kasus yang menjerat Bigmo menjadi momentum bagi dirinya untuk mengevaluasi konten yang selama ini dibuat. Dia kini berjanji menghadirkan konten yang lebih positif, menghibur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.