Ia menegaskan sejak awal tidak pernah melarang pertemuan tersebut. Sarwendah bahkan mengatakan siap membawa anak-anak untuk bertemu Ruben selama ada koordinasi mengenai waktu dan tempat.
“Dari awal saya sudah bilang, saya tidak pernah melarang untuk ketemu anak-anak. Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya, di mana, jam berapa, saya bawa anak-anak buat ketemu ayahnya,” tegasnya.
Polemik mengenai akses Ruben bertemu anak memang tengah menjadi bagian dari perkara hak asuh yang masih bergulir. Pada September 2026, pihak Minola juga mempertanyakan gugatan balik Sarwendah dalam perkara tersebut.
Namun, bagi Sarwendah, tudingan bahwa dirinya memengaruhi anak menjadi salah satu hal yang membuatnya akhirnya memilih angkat bicara.
Ia sebelumnya mengaku lebih memilih diam demi menjaga situasi. Kini, Sarwendah justru meminta tudingan tersebut diuji secara langsung, termasuk dengan melibatkan psikolog yang dapat berbicara dengan anak-anak.
Surat terbuka itu pun menjadi respons terbuka Sarwendah terhadap berbagai narasi yang berkembang dalam konflik hak asuh anaknya dengan Ruben Onsu.