Pernyataan tersebut muncul di tengah ramainya kasus yang dialami Yurizal Tri Chaerawan. Sebelumnya, Yurizal menjadi perhatian publik setelah mengunggah pengalamannya menunggu kamar rawat inap selama sekitar delapan jam untuk ayahnya yang merupakan pasien BPJS di salah satu rumah sakit di Palembang.
Unggahan itu kemudian memicu kontroversi setelah sejumlah akun yang diduga tenaga kesehatan meninggalkan komentar bernada negatif terhadap keluhan tersebut. Komentar-komentar itu viral dan menuai kecaman luas dari masyarakat karena dinilai tidak mencerminkan empati terhadap pasien.
Kasus tersebut semakin menjadi sorotan setelah ayah Yurizal meninggal dunia. Peristiwa itu memunculkan perdebatan panjang mengenai kualitas pelayanan terhadap pasien BPJS, meski penyebab meninggalnya pasien masih menjadi bagian dari proses penelusuran pihak terkait.
Sejumlah rumah sakit tempat para tenaga kesehatan maupun dokter yang terlibat pun telah mengeluarkan pernyataan resmi. Beberapa di antaranya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, melakukan pemeriksaan internal, hingga menjatuhkan sanksi kepada pegawai yang terbukti melanggar kode etik dan profesionalisme.
Menanggapi polemik tersebut, Cinta mengatakan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan tidak terbentuk dalam waktu singkat.