RIYADH, iNews.id - Arab Saudi menutup pipa minyak strategis setelah fasilitas tersebut diserang drone yang diluncurkan dari wilayah Irak. Serangan tersebut menjadi tanda terbaru meluasnya konflik di Timur Tengah.
Pipa sepanjang 1.200 kilometer (km) tersebut merupakan jalur penting bagi Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar di dunia, untuk menghindari Selat Hormuz.
Melansir BBC, Irak telah mencopot seorang komandan militer dan membuka penyelidikan setelah mengakui serangan drone terhadap pipa minyak East-West milik Arab Saudi berasal dari salah satu provinsi di wilayahnya yang berbatasan dengan Iran.
Arab Saudi sebelumnya menuduh kelompok milisi yang didukung Iran di Irak sebagai pihak yang menargetkan fasilitas minyaknya.
Adapun, insiden itu terjadi ketika kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran juga melancarkan serangan besar di Yaman. Kondisi ini semakin menekan jalur pengiriman minyak global ketika perang antara Amerika Serikat dan Iran memasuki bulan ketujuh.