Pada Jumat, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengatakan telah menyerang pejuang Houthi di kota pesisir strategis Mokha. Serangan itu dilakukan sehari setelah Houthi mengklaim telah menguasai seluruh garis pantai Laut Merah.
Arab Saudi mengatakan, penutupan pipa dilakukan sebagai langkah pencegahan. Keputusan tersebut diambil setelah citra satelit menunjukkan adanya tanah terbakar dan kepulan asap di sekitar lokasi serangan.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan serangan tersebut menyebabkan sejumlah orang terluka dan menimbulkan kerusakan. Tingkat kerusakan masih dalam proses penilaian.
Menurut laporan Reuters yang mengutip perusahaan pelacak kapal dan analis, pipa tersebut sebelumnya mengalirkan minyak setara sekitar 4-5 persen dari pasokan minyak global.
Arab Saudi untuk sementara memilih tidak melakukan tindakan balasan setelah mendapat permintaan dari Perdana Menteri Irak. Riyadh menyatakan akan mendukung upaya pemerintah Irak untuk mencegah serangan dari wilayah negaranya terhadap negara-negara tetangga.