China Tindak Keras Minoritas Muslim yang Jalani Puasa Ramadan

Nathania Riris Michico
Seorang muslim saat sedang berdoa di masjid di Beijing. (FOTO: GREG BAKER / AFP))

Alip Erkin, seorang aktivis media dari Buletin Uighur, mengatakan, meski pembatasan puasa Ramadan di sekolah dan kantor pemerintah sudah ada selama beberapa dekade, pengawasan dan penahanan massal meningkat selama tiga tahun terakhir dalam upaya menghentikan keluarga di sana mengikuti tradisi Muslim bahkan di rumah mereka sendiri.

Erkin mengatakan orang-orang kini khawatir mereka dikirim ke kamp-kamp penataran, jika mereka terlibat dalam kegiatan keagamaan atau mengungkapkan identitas agama atau budaya tradisional mereka.

Pihak berwenang China sebelumnya menyatakan tidak membatasi praktek Ramadan.

Pada 2016, Dewan Negara China menerbitkan sebuah dokumen berjudul Kebebasan Beragama Beragama di Xinjiang, yang mengatakan "perasaan dan kebutuhan agama warga negara dihormati sepenuhnya".

Dikuliahi nilai-nilai sosialis

Erkin, yang sekarang tinggal di Australia, mengatakan selama masa sekolahnya, puasa dan berdoa selama Ramadan tidak dianjurkan.

"Pada 2014, larangan itu semakin intensif," katanya.

"Mereka mulai mengumpulkan orang-orang di tempat kerja dan sekolah mereka dan memberi mereka makan siang untuk memastikan mereka tidak berpuasa."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
21 jam lalu

Pramono Jamin Harga Pangan Aman saat Ramadan: Cadangannya Mencukupi

Megapolitan
1 hari lalu

Pramono Waspadai Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Cabai saat Ramadan

Nasional
1 hari lalu

Temukan Permainan Harga, Mentan Perketat Penjualan Sapi Hidup jelang Ramadan

Nasional
2 hari lalu

MBG Tetap Jalan selama Bulan Puasa, Ini 4 Skema Penyalurannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal