China Tindak Keras Minoritas Muslim yang Jalani Puasa Ramadan

Nathania Riris Michico
Seorang muslim saat sedang berdoa di masjid di Beijing. (FOTO: GREG BAKER / AFP))

"China adalah satu-satunya tempat di dunia di mana umat Islam tidak boleh berpuasa," kata sebuah postingan di situs Save Uighur yang mengumumkan kampanye tersebut.

"Kami menyerukan kepada orang-orang yang peduli pada kebebasan beragama untuk tidak membeli produk China selama bulan Ramadan."

"Ramadan adalah tentang mengurangi konsumsi dan berbagi lebih banyak. Jadi mari kita berpuasa dari produk China sebagai solidaritas untuk mereka yang tidak bisa berpuasa di China."

Postingan Twitter dan posting Facebook yang berisi tagar #FastFromChina diunggah dari banyak negara termasuk Amerika Serikat (AS), Australia, Inggris, dan negara-negara di seluruh Timur Tengah.

"Ramadan yang akan datang ini, jangan hanya berpuasa dari makanan dan air, tetapi juga dari produk-produk buatan China," tulis Aydin Anwar, warga Uighur-Amerika di Twitter.

"Ini akan menjadi langkah besar ke depan dalam menantang genosida China terhadap warga Uighur dan bangsa Altaik (yang banyak mendiami wilayah Asia Tengah dan Barat) lainnya."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Jumlah Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-China Tembus 1.400 Orang, 5.800 Lebih Hilang

5 hari lalu

Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 1.300 Orang, 5.000 Lebih Masih Hilang

8 hari lalu

Kerahkan Ratusan Alat Berat, China Buka Akses Jalan ke Perbatasan Nepal yang Lenyap akibat Banjir

8 hari lalu

Sinopsis Microdrama Bayi Jenius dan Istri Miliarder, Ada Plot Twist di Akhir!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal