Demonstrasi di Amerika Serikat

Deden Rukmana
Deden Rukmana. (Foto: Dok. pribadi)

Deden Rukmana
Professor and Chair of the Department of Community and Regional Planning at Alabama A&M University

BANYAK teman di Indonesia menanyakan kepada saya tentang kondisi di AS saat ini. Mereka melihat berita tentang demonstrasi yang berakhir menjadi kerusuhan yang terjadi di banyak kota dan berharap agar semua aman dan selamat.

Demonstrasi ini diawali oleh kematian pria kulit hitam bernama George Floyd. Dia meninggal di tangan seorang polisi Kota Minneapolis, Negara Bagian Minnesota, bernama Derek Chauvin pada 25 Mei lalu.

Kekerasan polisi yang berakhir dengan kematian korban sudah sering terjadi. Laman mappingpoliceviolence.org mendokumentasikan kekerasan polisi di AS yang berakhir kematian. Kematian George Floyd menjadi kontroversial karena dia tidak bersenjata saat ditangkap, sudah tidak berdaya saat tercekik. Dan yang paling penting, dia orang berkulit hitam dan polisi pembunuhnya orang berkulit putih.

Melalui tuilsan ini, saya mencoba untuk menjelaskan akar permasalahan yang menyebabkan kekerasan polisi terhadap orang hitam di AS dan apa yang dituntut oleh pelaku demonstrasi tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
24 menit lalu

Iran Akan Permanenkan Tarif bagi Setiap Kapal yang Lintasi Selat Hormuz

Internasional
2 jam lalu

AS dan Israel Siapkan Skenario Militer terhadap Iran jika Negosiasi Damai Buntu

Internasional
4 jam lalu

Trump Sebut Rezim Iran Telah Berubah: Mojtaba Khamenei Tewas atau Luka Parah!

Internasional
6 jam lalu

Trump Klaim Iran Setujui Sebagian Besar Rencana Perdamaian AS untuk Akhiri Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal