Bessent juga memperingatkan perusahaan dan entitas pihak ketiga yang membantu Iran. Menurut dia, pemerintah AS telah mengidentifikasi sejumlah perusahaan keuangan yang diduga memfasilitasi transaksi untuk Iran.
"Kami telah memantau para fasilitator di seluruh dunia. Kami tahu siapa mereka. Mereka juga tahu dan kami akan menghentikannya," ujar Bessent.
Ketika ditanya apakah sanksi serupa juga akan diberlakukan terhadap China, Bessent mengatakan persoalan tersebut telah dibahas dalam pertemuan antara pejabat kedua negara.
Dia mengungkapkan, pejabat AS telah melakukan pembicaraan rahasia di balik layar dengan sejumlah negara. Diskusi tersebut, menurut Bessent, tidak hanya melibatkan China tetapi juga negara-negara lainnya.
Otoritas keuangan China bahkan disebut ikut terlibat dalam proses tersebut. Salah satunya Gubernur Bank Rakyat China Pan Gongsheng.
Bessent tidak menjelaskan sampai kapan embargo terhadap penerbangan Iran akan diberlakukan. Namun, dia menyebut tekanan ekonomi yang tengah diterapkan Washington terhadap Teheran memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.