Hamas: Jangan Harap Tawanan Israel Dapat Tinggalkan Gaza Hidup-Hidup, kecuali....

Ahmad Islamy Jamil
Para pejuang Hamas dari Brigade al-Qassam. (Foto: AP)

Pada Minggu kemarin, mediator Qatar mengatakan bahwa upaya untuk mencapai gencatan senjata baru dan membebaskan lebih banyak tawanan saat ini masih berlangsung. Akan tetapi, Doha memperingatkan bahwa pemboman terus-menerus oleh Israel di Gaza dapat mempersempit peluang negeosiasi.

Sementara Abu Obeida menegaskan, kelompoknya akan terus melawan pasukan Israel sampai titik darah penghabisan.

“Kami tidak punya pilihan selain melawan penjajah biadab ini (Israel) di setiap lingkungan, jalan dan gang,” katanya.

“Pemusnahan yang dilakukan musuh bertujuan untuk mematahkan kekuatan perlawanan kami... namun kami berperang di tanah kami dalam pertempuran suci,” ujarnya.

Pada 7 Oktober, Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dari Jalur Gaza. Operasi Banjir al-Aqsa itu menewasakan 1.200 orang di pihak zionis, dan Hamas pun menawan 240 warga Israel. Operasi tersebut digelar Hamas sebagai pembalasan atas kekerasan militer Israel di Gaza dan Tepi Barat  yang menewaskan banyak warga Palestina.

Pasukan zionis kemudian melancarkan serangan balik hingga menewaskan hampir 18.000 warga sipil Gaza hingga Minggu kemarin. Israel juga memerintahkan blokade total terhadap wilayah kantong Palestina itu. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
7 jam lalu

DPR AS Sahkan UU Hentikan Bantuan Dana untuk Kampus yang Boikot Israel

12 jam lalu

Israel Bakal Usir 1,86 Juta Warga Gaza dalam 7 Tahun

16 jam lalu

Israel Ingin Usir Seluruh Warga Gaza, Menhan Katz: Tak Ada Solusi Lain

1 hari lalu

Netanyahu Diam-Diam Masuki Gaza, Bersumpah Tak Akan Tarik Pasukan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal