Iran Ejek Pilpres AS gara-gara Donald Trump Merasa Dicurangi

Ahmad Islamy Jamil
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AFP)

“Sementara saingannya mengatakan, justru Trump yang bermaksud untuk mencurangi pemilihan! Beginilah #USElections & demokrasi AS,” ucapnya.

Polarisasi politik AS yang semakin dalam sejak kemenangan mengejutkan Trump pada pemilu empat tahun lalu, telah menarik ekspresi keprihatinan, bahkan dari sekutu AS di Barat. Kemarin, Jerman bahkan memperingatkan akan “situasi yang sangat meledak” di AS pascapemungutan suara.

Sebelumnya, AS sempat menuduh Iran berusaha menggunakan media sosial untuk memengaruhi pemilih menjelang hari pemungutan suara. Namun, terlepas dari tuduhan itu, kepemimpinan Iran secara terbuka berkeras bahwa mereka tidak mendukung kandidat mana pun yang bertarung di Pilpres AS 2020, meskipun kebijakan Biden dan Trump sangat berbeda terhadap Teheran.

Selama menjabat di Gedung Putih, Trump memimpin kampanye dunia untuk menekan Iran sampai batas maksimum. Sebagai dampaknya, AS menarik diri keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran 2015 yang dibuat secara multilateral.

Biden telah mengisyaratkan bahwa dia siap untuk bergabung kembali dengan perjanjian nuklir penting itu, jika terpilih menjadi presiden.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal