Israel Diserang Hamas, Intelijen dan Militer Saling Menyalahkan

Anton Suhartono
Militer Israel tak mendapat peringatan konkret dari intelijen soal potensi serangan Hamas (Foto: Reuters)

Padahal serangan Israel membunuh begitu banyak warga sipil, sebanyak 200 lebih korban tewas adalah anak-anak.

Hamas menggelar Operasi Badai Al Aqsa pada Sabtu lalu dengan menggempur Israel dari udara dan darat. Sebanyak 5.000 roket ditembakkan ke Israel pada hari pertama saja.

Selain itu lebih dari 1.000 pejuang Hamas memasuki wilayah Israel untuk melakukan serangan darat. Mereka menembus perbatasan dengan membobol pagar pembatas, menggunakan perahu dari laut, serta dari udara menggunakan paraglider.

Serangan itu membuat syok Israel, bahkan dunia. Untuk pertama kali sejak konflik modern kedua negara, pejuang Hamas mengerahkan personel dalam jumlah besar menembus perbatasan.

Mereka sempat menguasai kota-kota Israel di dekat perbatasan dengan Gaza. Selain itu para pejuang juga menyerang pangkalan militer serta menangkap lebih dari 100 tentara Israel termasuk perwira tinggi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Bentrok Penolakan Konser Andrea Bocelli, 33 Aparat hingga Bahar Bin Smith Terluka

9 jam lalu

Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Setiap Tahun: Mereka Sudah Tak Butuh!

10 jam lalu

Utang Israel Tembus Rp8.094 Triliun, Mantan Jenderal Peringatkan Keruntuhan Ekonomi

10 jam lalu

Netanyahu Berusaha Gugat Hasil Pemilu Israel, Eisenkot: Kehendak Rakyat Tak Bisa Dihapus!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal