Kena Sanksi Bertubi-tubi, Ekspor Rusia ke Uni Eropa Malah Naik Lebih dari 2 Kali Lipat

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi kegiatan ekspor impor. (Foto: ANTARA)

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu juga untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun terakhir.

Negara-negara Barat pun menanggapi agresi militer Rusia itu dengan menjatuhkan sanksi komprehensif terhadap Moskow, termasuk embargo terhadap produk energi Rusia.

Di sisi lain, Barat juga gencar mengirimkan peralatan militer ke Ukraina untuk membantu Kiev melawan Moskow.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Menlu Sugiono Dalami Informasi 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Rusia, Singgung Hak Konsuler

2 hari lalu

Rusia Bombardir Markas Besar Badan Intelijen Ukraina, Zelensky: Balas dengan Keras!

2 hari lalu

Tak Kasih Ampun, Rusia Serang Markas Besar Badan Intelijen Ukraina SBU

2 hari lalu

8 WNI Jadi Tentara Rusia, DPR Ingatkan Pemerintah Jangan Gegabah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal