Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien kanker di Gaza. (Foto: Ilustrasi AI)

Kalimat tersebut menggambarkan betapa berat perjuangan pasien kanker di Gaza yang tidak memiliki akses memadai terhadap pengobatan.

Kondisi Khuloud menjadi gambaran bagaimana keterbatasan akses terhadap pengobatan dapat membuat pasien kanker kehilangan waktu yang sangat berharga.

Ia telah menunggu sejak gencatan senjata pada Oktober untuk dapat meninggalkan Gaza dan menjalani perawatan. Namun, selama masa penantian tersebut, penyakitnya justru terus berkembang.

Bagi pasien kanker, waktu menjadi sangat penting. Ketika pengobatan tidak segera diberikan, penyakit dapat berkembang ke bagian tubuh lain dan membuat kondisi pasien semakin sulit ditangani.

Situasi itu pula yang disaksikan dokter-dokter di Gaza.

Mohamed Abu Selmia, kepala Rumah Sakit Al Shifa, mengatakan sejumlah besar pasien kanker meninggal setiap hari karena tidak mendapatkan kemoterapi yang dibutuhkan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Setelah Gaza, Israel Usir dan Rampas Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

2 bulan lalu

Bangkit dari Perang Gaza! Sepak Bola Palestina Kembali Digelar usai 3 Tahun Libur

2 bulan lalu

Korban Tewas Serangan Israel ke Gaza Tembus 75.000 Orang, 250.000 Luka

2 bulan lalu

Netanyahu Tolak Usulan Damai Trump di Gaza, AS Tak Ambil Pusing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal