Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien kanker di Gaza. (Foto: Ilustrasi AI)

"Kami mencatat sejumlah besar kematian, berkisar tiga hingga lima setiap hari, karena pasien tidak menerima kemoterapi yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa mereka," kata Abu Selmia.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum perang. Sobhi Skaik, dokter bedah Palestina yang sebelumnya memimpin Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, mengatakan sebelum perang sekitar satu hingga dua pasien kanker meninggal setiap hari.

Tak Punya Tempat untuk Menjalani Terapi

Perjuangan pasien kanker semakin berat setelah Rumah Sakit Persahabatan Turki-Palestina, fasilitas khusus kanker di Gaza, dihancurkan pada 2025.

Kehancuran fasilitas tersebut membuat pasien kehilangan salah satu tempat utama untuk mendapatkan terapi kanker.

Dokter mengatakan rumah sakit-rumah sakit yang masih beroperasi juga mengalami kekurangan berbagai perlengkapan medis penting, termasuk kebutuhan untuk diagnosis dan pengobatan kanker.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Setelah Gaza, Israel Usir dan Rampas Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

2 bulan lalu

Bangkit dari Perang Gaza! Sepak Bola Palestina Kembali Digelar usai 3 Tahun Libur

2 bulan lalu

Korban Tewas Serangan Israel ke Gaza Tembus 75.000 Orang, 250.000 Luka

2 bulan lalu

Netanyahu Tolak Usulan Damai Trump di Gaza, AS Tak Ambil Pusing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal