Kisah Menyedihkan Pasien Kanker Gaza Sulit Berobat: Saya Hanya Menunggu untuk Mati

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien kanker di Gaza. (Foto: Ilustrasi AI)

Akibatnya, pasien yang membutuhkan kemoterapi maupun perawatan lanjutan harus menghadapi pilihan yang sangat terbatas.

Sebagian harus menunggu kesempatan untuk keluar dari Gaza agar dapat menjalani pengobatan di luar wilayah. Namun, tidak semua pasien berhasil mendapatkan kesempatan tersebut.

Bagi Khuloud, penantian itu bukan sekadar menunggu perjalanan menuju rumah sakit lain. Ia menunggu sambil merasakan penyakit terus mengambil alih tubuhnya.

Kanker telah menyebar ke paru-paru dan tulang. Kukunya bahkan telah rontok seluruhnya. Di tengah kondisi tersebut, ia tidak tahu kapan bisa mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan.

"Setiap hari penyakit saya berkembang," katanya.

Kesaksiannya menjadi potret memilukan pasien kanker di Gaza yang harus menghadapi penyakit mematikan tanpa kepastian kapan dapat memperoleh terapi.

Bagi mereka, pengobatan bukan lagi sekadar tentang menyembuhkan penyakit. Pengobatan menjadi harapan untuk mendapatkan waktu hidup yang lebih panjang.

Namun, ketika obat dan terapi sulit didapatkan, harapan itu pun perlahan menipis.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Setelah Gaza, Israel Usir dan Rampas Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

2 bulan lalu

Bangkit dari Perang Gaza! Sepak Bola Palestina Kembali Digelar usai 3 Tahun Libur

2 bulan lalu

Korban Tewas Serangan Israel ke Gaza Tembus 75.000 Orang, 250.000 Luka

2 bulan lalu

Netanyahu Tolak Usulan Damai Trump di Gaza, AS Tak Ambil Pusing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal