Krisis Kelahiran, China Naikkan Pajak Kondom demi Jaga Populasi

Annastasya Rizqa
Pemerintah China mendorong peningkatan angka kelahiran dengan menaikkan pajak kontrasepsi. (Foto: AI)

Sejumlah pakar menilai kebijakan tersebut keliru. Anggapan kenaikan pajak kondom akan berdampak langsung pada tingkat kelahiran dinilai “upaya berlebihan dan tidak tepat sasaran”.

Sebelumnya, pemerintah China telah mencoba berbagai insentif lain. Salah satunya memberikan subsidi sekitar Rp24 juta per anak bagi setiap pasangan. Namun, hasilnya belum signifikan untuk membalikkan tren penurunan kelahiran.

Di sisi lain, kondisi ekonomi yang melemah dan meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia membuat pemerintah semakin terdesak. Berbagai kebijakan pun terus digulirkan untuk mendorong generasi muda menikah dan memiliki keturunan.

Data resmi menunjukkan populasi China telah menurun selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2024, jumlah kelahiran hanya mencapai 9,54 juta bayi, atau sekitar setengah dari angka kelahiran satu dekade sebelumnya, saat aturan pembatasan anak mulai dilonggarkan.

China sendiri pernah menerapkan kebijakan satu anak sejak 1994 yang berlangsung selama puluhan tahun. Kini, kebijakan tersebut telah dicabut, tetapi dampak jangka panjangnya masih terasa.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

Pemimpin Korut Kim Jong Un Datangi China, Ada Apa?

3 hari lalu

Gempa M7 Tibet China Tewaskan 16 Orang, Xi Jinping Perintahkan Operasi SAR Besar-besaran

4 hari lalu

Breaking News: Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet China

4 hari lalu

Bareskrim Bongkar Situs Judi Online Diduga Dikendalikan WNA China, 4 Orang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal