KUWAIT CITY, iNews.id - Pemerintah Kuwait menegaskan tidak akan membiarkan wilayah maupun ruang udaranya digunakan oleh pihak mana pun untuk melakukan serangan terhadap negara lain, termasuk Iran.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke Kuwait yang menewaskan satu orang serta melukai 63 lainnya.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Kuwait Hamad Suleiman Al Mishaan menegaskan kembali kebijakan negaranya yang melarang penggunaan wilayah dan ruang udara Kuwait untuk tindakan permusuhan terhadap negara lain. Pernyataan tersebut sekaligus membantah tuduhan Iran bahwa Amerika Serikat menggunakan wilayah udara Kuwait untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Menurut Al Mishaan, klaim yang disampaikan Iran tidak memiliki dasar dan tidak didukung bukti apa pun. Dia menegaskan tuduhan tersebut sama sekali tidak dapat dijadikan alasan untuk membenarkan serangan terhadap wilayah Kuwait maupun infrastruktur sipil dan vital negara itu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Kuwait mengambil langkah diplomatik tegas dengan mengusir dua diplomat Iran sebagai respons atas serangan yang terjadi pada Rabu (3/6/2026). Kementerian Luar Negeri Kuwait menetapkan kedua diplomat tersebut sebagai persona non grata dan memerintahkan mereka meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.