Al Mishaan juga memanggil Pelaksana Tugas (Plt) Kuasa Usaha Kedutaan Besar Iran di Kuwait untuk menyerahkan nota protes resmi sekaligus menyampaikan keputusan pemerintah Kuwait untuk mengurangi jumlah staf diplomatik Iran yang bertugas di negara tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Kuwait kembali menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Iran yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada berbagai fasilitas penting. Otoritas Kuwait menyebut serangan itu telah menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya.
Selain menimbulkan korban, serangan tersebut juga merusak sejumlah fasilitas vital, termasuk kompleks misi diplomatik. Pemerintah Kuwait menilai tindakan Iran sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan ancaman terhadap keamanan nasional.
Al Mishaan menegaskan Kuwait memiliki hak penuh dan inheren untuk membela diri serta mengambil semua langkah yang diperlukan guna menjaga kedaulatan dan melindungi keamanan negaranya. Dia juga menegaskan Kuwait berhak mengambil tindakan balasan yang dianggap sesuai atas serangan tersebut.