Mengintip Program Makan Siang Bergizi di Jepang termasuk Biaya dan Menu 

Anton Suhartono
Jepang lebih dulu menjalankan program makan siang bergizi (Shokoiku) ketimbang Indonesia (Foto: Anton Suhartono/iNews.id)

"Jadi Indonesia itu hebat, karena gratis untuk semua sekolah," kata Aiba, di sela Seminar ilmiah Shokoiku: Nutrisi dan Edukasi yang digelar Yakult, di Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Dia menambahkan, angka tersebut bisa berubah bergantung pada harga bahan pokok. Dengan uang tersebut, setiap siswa mendapat nasi, daging/ikan, sup, acar, dan susu. Setiap menu sudah diperhitungkan untuk kebutuhan siswa di setiap sekolah, namun standar pemenuhan gizi tetap mengikuti panduan dari pemerintah. 

Menurut perempuan yang juga peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) itu, tidak semua wilayah Jepang mengenakan biaya kepada orang tua. Beberapa prefektur ada yang menggratiskan, bergantung pada kebijakan wilayah masing-masing.

Setiap Sekolah di Jepang Punya Dapur

Berbeda dengan Indonesia yang penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan kepada katering atau pihak ketiga, sekolah-sekolah di Jepang menyajikan makan sendiri. Hampir seluruh sekolah memiliki dapur yang mengolah makanan untuk program ini.

Menu yang disajikan dikontrol langsung oleh ahli gizi yang juga bertindak sebagai guru. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Indonesia Resmi Jabat Presiden Dewan HAM PBB

Internasional
3 hari lalu

Menggemaskan! Kucing Ini Dilantik sebagai Kepala Stasiun di Jepang

Nasional
4 hari lalu

Prabowo Ingatkan Jajarannya Harus Paham Pasal 33 UUD 45: Kalau Tidak, Keluar Saja!

Buletin
4 hari lalu

Prabowo: Negara Begini Kaya Rakyatnya Masih Banyak yang Miskin, Tak Masuk Akal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal