Mengintip Program Makan Siang Bergizi di Jepang termasuk Biaya dan Menu 

Anton Suhartono
Jepang lebih dulu menjalankan program makan siang bergizi (Shokoiku) ketimbang Indonesia (Foto: Anton Suhartono/iNews.id)

"Kalau di Jepang, penyediaan makan siang, setiap sekolah punya dapur untuk memasak. Setiap sekolah memiliki fasilitas untuk itu, misalnya sekolah dengan 600 murid mereka menyediakan untuk 600 murid, memiliki 200 murid mereka menyediakan untuk 200 murid," kata Aiba.

Meski demikian, lanjut dia, di beberapa daerah tertentu yang penyajiannya diserahkan kepada kitchen center yang memasok untuk beberapa sekolah sekaligus.

"Misalnya untuk satu kitchen center untuk 1.000 meal (porsi) itu juga bisa. Bisa jadi 1 kitchen center untuk 10.000 porsi. Mungkin di situ nanti ada lima line fasilitas yang bisa dipenuhi," ujarnya.

Dia menekankan, sekolah yang memiliki dapur sendiri untuk mengolah makan siang bergizi tetap lebih baik dibandingkan dengan kitchen center. Ini karena bisa terjalin kedekatan antara makanan dengan setiap siswa.

"Kenapa kalau di dalam sekolah (perlu) ada dapur, ada kedekatan murid lebih terhadap makanan itu. Bisa jadi saat istirahat mereka keluar kelas bisa mencium dapur dari dalam sekolah," tuturnya. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Menhan Sjafrie dan Menhan Jepang Tiba di Jakarta, Siap Teken Kerja Sama Pertahanan

Haji dan Umrah
2 hari lalu

Kisah Kang Surdi, Montir Banten yang Kini Jadi Sopir Bus Selawat 24 Jam di Makkah

Internasional
4 hari lalu

Keji, Suami Bakar Jasad Istri di Kebun Binatang

Haji dan Umrah
5 hari lalu

Aksi Sigap Petugas Saudi Selamatkan Jemaah Indonesia dari Serangan Jantung di Masjid Nabawi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal