Meski Diancam AS, Turki Tetap Beli Gas Alam dari Iran

Nathania Riris Michico
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Persiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AP)

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan AS tidak akan dapat mencegah negaranya mengekspor minyak.

Dia menegaskan, rencana AS untuk mengurangi ekspor minyak Iran sampai ke angka nol tidak mungkin terjadi.

Iran berharap sanksi AS tidak didukung oleh dunia.

"Ada perbedaan besar saat ini, sebelumnya tidak seorang pun mendukung Iran. Tetapi sekarang semua negara di dunia mendukung Iran. Amerika selalu berubah-ubah, sehingga sekarang tidak seorang pun memercayainya," tutur Zarif.

Selain Turki, India dan China sudah menyatakan tidak akan memangkas pembelian minyak dari Iran secara signifikan.

Sejak Maret, lebih dari 25 persen impor Iran berasal dari China dan 19,7 persen dari total ekspornya lari ke negara itu.

Pada Selasa (7/8/2018), Trump melontarkan peringatan keras kepada siapa pun yang melakukan perdagangan dengan Iran, menyusul pemberlakuan kembali sanksi yang baru.

"Siapa pun yang melakukan bisnis dengan Iran tidak akan melakukan bisnis dengan Amerika Serikat," ujar Trump.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
21 jam lalu

Dewan Perdamaian Gaza Ingatkan Peran Pasukan Stabilisasi Internasional Penting, tapi...

Internasional
1 hari lalu

Tolak Permintaan Trump Ampuni Netanyahu, Presiden Israel: Kami Negara Berdaulat

Internasional
2 hari lalu

Trump Ancam Iran Lagi, Negosiasi Buntu Berarti Serangan Jilid 2

Internasional
2 hari lalu

Trump Sebut Presiden Israel Tak Mau Ampuni Netanyahu karena Takut Kehilangan Jabatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal