Pengakuan Para Tentara Venezuela yang Membelot dari Rezim Maduro

Nathania Riris Michico
Sejumlah tentara yang membelot dari kekuasan Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersedia berbicara kepada BBC. (Foto: BBC)

Di beberapa titik perlintasan di perbatasan, pasukan keamanan Venezuela menembakkan gas air mata ke arah para sukarelawan, sementara para pengunjuk rasa membakar pos-pos pemeriksaan dan melemparkan batu ke arah para tentara dan polisi antihuru-hara.

Setelah sepakat untuk berbicara kepada BBC dengan identitas dirahasiakan, sekelompok pembelot Venezuela yang kini menetap di kota Cucuta menceritakan alasan mereka untuk meninggalkan militer di bawah kepemimpinan Maduro.

"Banyak anggota militer profesional yang ingin melakukan hal ini. Ini akan menjadi efek domino. Hal ini akan berpengaruh signifikan dalam tubuh pasukan bersenjata," ungkap seorang pembelot lainnya yang berusia 29 tahun.

"Pasukan bersenjata hancur karena banyaknya pejabat korup. Anggota militer sudah lelah. Kami tidak bisa selamanya menjadi budak, kami membebaskan diri kami sendiri," ungkapnya.

Seorang pembelot lainnya, seorang perempuan, menggambarkan hari Sabtu lalu sebagai situasi yang penuh "ketegangan".

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
9 hari lalu

Trump Klaim AS kini Produsen Minyak Terbesar di Dunia

28 hari lalu

Presiden Iran: Trump Kira Kami Akan Ambruk seperti Venezuela

2 bulan lalu

Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan

3 bulan lalu

Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 3.500 Orang, 30.000 Lebih Masih Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal