Pengakuan Para Tentara Venezuela yang Membelot dari Rezim Maduro

Nathania Riris Michico
Sejumlah tentara yang membelot dari kekuasan Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersedia berbicara kepada BBC. (Foto: BBC)

"Saya berpikir bahwa saya tidak bisa menyakiti warga saya sendiri. Anak perempuan saya masih di Venezuela dan itu yang terasa sangat menyakitkan. Tetapi saya melakukan hal ini untuknya. Ini sangat sulit karena saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan terhadapnya," kata dia.

Pembelot lainnya mengatakan bahwa dia merasa pedih harus melihat warga Venezuela saling serang demi bantuan kemanusiaan.

"Saya merasa tak berdaya dan tak berguna. Saya merasa sakit melihat semua yang terjadi," ujarnya.

Pada Minggu (24/2), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kekuasaan Presiden Maduro di Venezuela "tinggal menghitung hari", menyusul insiden berdarah akhir pekan kemarin.

"Saya yakin warga Venezuela akan memastikan bahwa kekuasaan Maduro tinggal menghitung hari," ujar Pompeo, kepada CNN.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
1 bulan lalu

Trump: Setelah Iran, Kuba!

Internasional
1 bulan lalu

AS Pertimbangkan Perlakukan Iran seperti Venezuela, Ambil Alih Pasokan Minyak

Nasional
2 bulan lalu

Airlangga Ungkap Rencana RI Impor Minyak dari AS dan Venezuela

Internasional
3 bulan lalu

Pesawat Maskapai Kolombia Jatuh Dekat Perbatasan Venezuela, Tewaskan Anggota DPR

Internasional
3 bulan lalu

Apa Itu Discombobulator, Senjata Rahasia yang Digunakan AS Serang Venezuela?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal