Pengakuan Para Tentara Venezuela yang Membelot dari Rezim Maduro

Nathania Riris Michico
Sejumlah tentara yang membelot dari kekuasan Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersedia berbicara kepada BBC. (Foto: BBC)

"Saya berpikir bahwa saya tidak bisa menyakiti warga saya sendiri. Anak perempuan saya masih di Venezuela dan itu yang terasa sangat menyakitkan. Tetapi saya melakukan hal ini untuknya. Ini sangat sulit karena saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan terhadapnya," kata dia.

Pembelot lainnya mengatakan bahwa dia merasa pedih harus melihat warga Venezuela saling serang demi bantuan kemanusiaan.

"Saya merasa tak berdaya dan tak berguna. Saya merasa sakit melihat semua yang terjadi," ujarnya.

Pada Minggu (24/2), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kekuasaan Presiden Maduro di Venezuela "tinggal menghitung hari", menyusul insiden berdarah akhir pekan kemarin.

"Saya yakin warga Venezuela akan memastikan bahwa kekuasaan Maduro tinggal menghitung hari," ujar Pompeo, kepada CNN.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah

57 tahun lalu

Korban Tewas Gempa Venezuela Melonjak Jadi 1.430 Orang, Hampir 70.000 Lainnya Hilang

57 tahun lalu

Update Korban Gempa Venezuela: 920 Orang Tewas, 3.360 Luka

57 tahun lalu

Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 188 Orang, 1.500 Lainnya Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal