Pengakuan Para Tentara Venezuela yang Membelot dari Rezim Maduro

Nathania Riris Michico
Sejumlah tentara yang membelot dari kekuasan Presiden Venezuela Nicolás Maduro bersedia berbicara kepada BBC. (Foto: BBC)

Setidaknya dua orang tewas pada Sabtu (23/2) lalu dalam bentrokan antara warga sipil dengan tentara loyalis Maduro.

Pemimpin oposisi Juan Guaido yang juga mengklaim dirinya sebagai presiden sementara Venezuela—yang diakui oleh lebih dari 50 negara—meminta negara-negara lain untuk mempertimbangkan "semua tindakan" untuk menggulingkan Maduro setelah upaya pengiriman bantuan yang dipimpin pihak oposisi justru berakhir menjadi bentrokan.

Dia juga menyatakan akan menghadiri pertemuan yang dihadiri oleh sebagian besar negara-negara Amerika Latin di Kolombia pada Senin (25/2), meski tengah menjalani kondisi dilarang bepergian yang diberlakukan oleh Maduro. Wakil Presiden AS Mike Pence akan mewakili AS dalam pertemuan di Kota Bogota.

Seorang pejabat senior Gedung Putih menyatakan pada hari Minggu, Pence berencana mengumumkan langkah konkret dan berbagai tindakan untuk menyelesaikan krisis dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Kolombia dan Brasil menyatakan akan meningkatkan tekanan terhadap Maduro untuk melepaskan kekuasannya. Presiden AS Donald Trump tidak mengesampingkan tanggapan bersenjata terhadap krisis Venezuela.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
9 hari lalu

Trump Klaim AS kini Produsen Minyak Terbesar di Dunia

28 hari lalu

Presiden Iran: Trump Kira Kami Akan Ambruk seperti Venezuela

2 bulan lalu

Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan

3 bulan lalu

Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 3.500 Orang, 30.000 Lebih Masih Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal