Lula memulai kiprahnya sebagai aktivis serikat pekerja. Dia kehilangan jari kelingking akibat kecelakaan di pabrik saat berusia 19 tahun. Dalam perjalanan politiknya, Lula pernah menjalani hukuman penjara lebih dari setahun terkait vonis korupsi yang kemudian dibatalkan.
Pada 2022, Lula kembali memenangkan pemilihan presiden dan menjalani masa jabatan ketiganya yang tidak berturut-turut.
Namun, pemerintahannya saat ini menghadapi tantangan berupa kekhawatiran masyarakat terhadap kriminalitas dan biaya hidup. Menurut laporan AP, tingkat kepuasan publik terhadap Lula sempat turun hingga 24 persen.
Dalam kampanyenya, Lula berjanji memastikan masyarakat Brasil memperoleh manfaat dari sumber daya alam dan mineral langka negaranya. Dia juga berkomitmen melindungi hutan hujan Amazon serta melanjutkan program bantuan sosial Bolsa Familia.
Di sisi lain, Flávio Bolsonaro mengusung agenda keamanan dengan pendekatan tegas terhadap kejahatan. Dia mengusulkan pembangunan penjara berukuran besar seperti yang diterapkan di El Salvador, penetapan geng kriminal transnasional sebagai organisasi teroris, serta penurunan batas usia untuk diadili sebagai orang dewasa menjadi 16 tahun.