Resmi! Maladewa Larang Masuk Warga Israel sampai Perang di Gaza Berakhir

Anton Suhartono
Maladewa resmi melarang masuk warga Israel (Foto: The Edition)

Israel terus menggempur Jalur Gaza pasca-runtuhnya gencatan senjata tahap pertama. Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan 50.100 orang lebih, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda kesepakatan gencatan senjata lanjutan. Israel mengajukan proposal gencatan senjata terbaru kepada Hamas untuk membebaskan 10 sandera di Gaza. Hamas masih mempelajari proposal itu, namun menegaskan tak akan memenuhi tuntutan Israel untuk meletakkan senjata.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada  Sabtu lalu mengatakan militernya telah menguasai wilayah yang memisahkan Kota Rafah dengan Khan Younis di Gaza Selatan guna membuat zona keamanan yang luas. Berbagai upaya dilakukan Israel untuk mencari serta menekan Hamas agar membebaskan sandera, namun tak kunjung berhasil. 

Di Israel, desakan dari berbagai kelompok militer maupun sipil agar pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera menyepakati kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas semakin kuat. Puluhan ribu tentara aktif maupun cadangan dari berbagai kesatuan, pilot AU, kalangan intelijen, veteran, dokter militer, serta akademisi, guru, dan tokoh, termasuk mantan Perdana Menteri Ehud Barak, meneken petisi untuk menyepakati pertukaran tahanan sekalipun harus dengan menghentikan perang.

Tampaknya desakan ini yang membuat Israel mengajukan proposal gencatan senjata terbaru dengan Hamas. Meski demikian, Hamas belum membuat keputusan apa pun.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Band Massive Attack Dilarang Tampil Lagi di Singapura usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser

21 jam lalu

Pengadilan Israel Batalkan Rencana Menteri Radikal Pelihara Buaya di Penjara Tahanan Palestina

1 hari lalu

Para Jenderal Israel Peringatkan Dampak Kekerasan Pemukim Yahudi Lebih Dahsyat dari Serangan Hamas

1 hari lalu

Trump Klaim Iran Mohon-Mohon kepada AS Batalkan Serangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal