MOSKOW, iNews.id - Rusia berjanji meningkatkan serangan terhadap Kiev setelah Ukraina melancarkan gelombang serangan drone ke wilayah Moskow. Serangan itu terjadi pada hari terakhir pemungutan suara pemilu Rusia dan menewaskan sedikitnya dua orang.
Melansir The Guardian, Kementerian Pertahanan Rusia menuduh Ukraina berupaya mengganggu jalannya pemilu. Moskow juga menyatakan serangan terhadap sasaran sipil di Rusia akan dibalas dengan serangan terhadap target militer di Kiev.
"Sebagai tanggapan atas serangan rezim Kiev terhadap sasaran sipil di Rusia, tentara Rusia akan melanjutkan dan meningkatkan serangan presisi tinggi terhadap target militer di Kiev," tulis keterangan Kemhan Rusia dikutip, Senin (21/9/2026).
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan, serangan tersebut merupakan serangan terbesar terhadap Moskow sejak Kremlin melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022. Sekitar 1.600 drone dilaporkan digunakan, dengan 450 di antaranya diarahkan langsung ke ibu kota Rusia.
Sejumlah gambar memperlihatkan lubang besar pada sebuah gedung apartemen bertingkat di pinggiran Moskow. Gambar lainnya menunjukkan kepulan asap hitam dari lokasi yang diduga merupakan kilang minyak.