Pemilu tersebut berlangsung dalam situasi minim oposisi terhadap kebijakan Presiden Vladimir Putin. Hasilnya diperkirakan semakin memperkuat dominasi Kremlin dalam politik Rusia.
Pemungutan suara juga mencakup warga di empat wilayah Ukraina yang dianeksasi Rusia secara ilegal setelah perang dimulai, meskipun Rusia belum sepenuhnya menguasai wilayah tersebut.
Pemilu juga digelar di Krimea, semenanjung Laut Hitam yang dianeksasi Rusia pada 2014. Kiev menyebut pelaksanaan pemilu di wilayah tersebut ilegal, sementara Uni Eropa menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Dampak perang juga terasa pada sektor pangan. Mesir, salah satu negara pengimpor gandum terbesar di dunia, mulai melakukan diversifikasi sumber impor dengan meningkatkan pembelian dari Prancis dan negara-negara Eropa lainnya.
Menteri Pasokan Mesir Sherif Farouk mengatakan, negaranya mulai mengurangi ketergantungan terhadap gandum dari Ukraina dan Rusia karena pasokan dari kedua negara tersebut terganggu akibat perang.