Sejarah Munculnya Tentara Bayaran, Prajurit Swiss Paling Dikenal

Tika Vidya Utami
Swiss Guard dipertahankan untuk menjaga Vatikan meski perannya lebih seremonial (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Tentara bayaran sudah menjadi bagian dari sejarah perang. Antara abad ke-12 hingga 16, tentara bayaran direkrut secara personal atau dalam kelompok kecil, namun bertahap berubah dengan sistem yang lebih terorganisasi. 

Bahkan pemerintahan suatu negara pernah mengambil kendali atas pengerahan tentara bayaran, termasuk merekrut dan menyewakan, pada abad ke-15. Pada tahun 1337 sampai 1453, setelah perang 100 Tahun, Eropa dikuasai ribuan orang yang dilatih hanya untuk berperang. 

Selama abad ke-15, “perusahaan umum” tentara Swiss, Italia, serta Jerman menjual layanan mereka ke pangeran dan duke. Namun prajurit bayaran tersebut kerap bertingkah serakah, brutal, tidak disiplin, berkhianat, hingga menjarah warga sipil. Perilaku itu terjadi akibat keengganan dan ketidakmampuan majikan membayar layanan tersebut. 

Pada awal abad ke-16, hanya sedikit pasukan yang berani memasuki wilayah Swiss. Mereka umumnya menghadapi perlawanan sengit saat melakukannya. Desa-desa di Swiss juga kerap saling menyerang yang kemudian menjadikan mereka menjadi pejuang yang andal. 

Di saat yang sama, Italia melihat kebutuhan yang meningkat terkait tentara bayaran. Namun sayangnya, saat itu orang Italia sibuk bercocok tanam atau menekuni kerajinan tangan. 

Selain itu, para penguasa tidak bisa memercayai pejabat sendiri, khawatir akan membunuh mereka serta mengambil alih posisi. Solusi yang jelas bagi Italia saat itu adalah menyewa tentara bayaran. 

Terkait hal tersebut, orang Swiss pun sangat siap memenuhi kebutuhan tersebut, mengingat orang Swiss secara geografis dekat dengan Italia serta banyak yang mampu berbicara bahasa Italia. 

Mereka pun terlatih berkat sistem milisi lokal dan kanton yang terorganisasi dengan baik. Orang Swiss dipekerjakan dalam skala besar di Eropa oleh pemerintah kewilayahan serta menikmati reputasi tinggi.  

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Ini Penyebab Kebakaran Bar di Swiss yang Tewaskan 40 Orang saat Pesta Tahun Baru

Music
1 hari lalu

Kisah Eki Cahyadi Kembali Viral, Pengamen asal Indonesia Jadi Juara Ajang Musik di Italia

Internasional
1 hari lalu

Kebakaran Bar di Swiss saat Pesta Tahun Baru Tewaskan 47 Orang, Banyak Korban Turis Asing

Internasional
2 hari lalu

Bar di Swiss Meledak dan Terbakar saat Pesta Tahun Baru, Korban Tewas Jadi 40 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal