Singapura Larang Demonstrasi terkait Kudeta Myanmar

Anton Suhartono
Singapura larang penduduk menggelar unjuk rasa terkait kudeta Myanmar (Foto: AFP)

SINGAPURA, iNews.id - Singapura melarang penduduknya menggelar demonstrasi menentang kudeta di Myanmar. Padahal demonstrasi menentang penggulingan Aung San Suu Kyi marak terjadi di berbagai negara. Aksi besar terjadi di Jepang dan Thailand pekan lalu, di samping negara lain termasuk Amerika Serikat. Massa umumnya merupakan warga Myanmar yang berada di luar negeri.

Kepolisian Singapura mengancam warga asing yang menggelar unjuk rasa akan diusir dari negara itu.

Kepolisian Singapura, SPF, menemukan posting-an di media sosial mengenai rencana demonstrasi yang dilakukan warga Myanmar.

"Posting-an online oleh warga Myanmar yang bekerja atau tinggal di Singapura, merencanakan unjuk rasa di Singapura sehubungan dengan perkembangan terakhir di Myanmar. Mereka yang melanggar hukum akan ditindak tegas, mungkin termasuk penghentian visa atau izin kerja," bunyi pernyataan SPF, dikutip dari DPA, Minggu (7/2/2021).

SPF memperingatkan orang asing yang berkunjung, bekerja, atau tinggal di Singapura, untuk mematuhi hukum yang berlaku di negaranya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Terbang ke Chiang Rai Bersama Scoot, Kehangatan Perjalanan yang Membekas di Hati 

4 hari lalu

Konsultan Ungkap Perbedaan Sistem Pendidikan Singapura dan Indonesia terkait Suket Gibran, Apa Saja?

4 hari lalu

Tragis, Pegolf Muda Tewas Tersambar Petir saat Kompetisi

5 hari lalu

Bahlil Larang Ekspor SDA Transit, Minta Langsung Dikirim ke Negara Tujuan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal