Sudan Kacau akibat Perang Saudara: Uang Tak Laku, Warga Transaksi Barter

Anton Suhartono
Sudan dilanda perang saudara sejak 2 tahun terakhir, menyebabkan kekacauan politik hinga keuangan (Foto: AP)

KHARTUM, iNews.id - Sudan dilanda perang saudara sejak 2 tahun terakhir, menyebabkan kekacauan politik, ekonomi, hinga keuangan. Warga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Perang antara pasukan pemerintah dengan pemberontak Pasukan Dukungan Cepat (RSF) semakin sengit sejak sebulan terakhir. RSF menduduki Kota El Fasher setelah berada dalam penguasaan pasukan pemerintah, memicu pembunuhan ribuan sadis warga sipil.

Sistem perbankan ambruk setelah lebih dari 2 tahun perang, barter dan surat utang menjadi satu-satunya cara bagi banyak orang untuk mengamankan kebutuhan pokok.

"Saya tidak memegang uang kertas selama lebih dari 9 bulan," kata Ali, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dilling, Negara Bagian Kordofan, kepada AFP, dikutip Rabu (3/12/2025).

Dilling dikepung personel RSF. Seperti di wilayah lain, Dilling dan peralatan rumah tangga digunakan sebagai alat tukar untuk bahan pokok seperti tepung, beras, atau beberapa bahan bakar untuk kendaraan atau genset.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 hari lalu

Awal Mula Rp2,48 Miliar Nyasar ke Rekening Bos Pelayaran hingga Berujung Penangkapan  

5 hari lalu

Polisi Ungkap Uang Salah Transfer Rp2,48 Miliar ke Bos Pelayaran Sudah Dipakai untuk Keperluan Pribadi

5 hari lalu

Bos Pelayaran Ditangkap gegara Ogah Balikin Duit Salah Transfer Rp2,48 Miliar

10 hari lalu

KPK Segera Panggil Kakanim Jaksel Winarko soal Temuan Uang 8.500 Dolar Singapura di Kantornya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal