Tak Gentar Dijatuhi Sanksi, Dubes Lyudmila: Rusia Negara Besar, Rakyat Suka Produk Dalam Negeri

Anton Suhartono
Lyudmila Vorobieva (Foto: Reuters)

Berkaca pada 2014, saat Rusia pertama kali Rusia dijatuhi sanksi setelah mencaplok Krimea, padahal negaranya sangat bergantung pada ekspor dan impor makanan. 

"Tapi karena kami kena ban atau larangan impor beberapa produk makanan Barat, kami mulai memproduksi makanan sendiri dan sektor pertanian kami berkembang. Sekarang kami adalah negara eksportir gandum nomor 1 di dunia, meski di 2014 tidak seperti itu," ucapnya.

Dia menambahkan, rakyat Rusia gemar membeli dan memakai produk dalam negeri ketimbang dari Barat, dengan harga lebih murah serta kualitas yang tidak kalah. 

"Di tahun 1990-an, Barat berusaha menghancurkan potensi industri kami dan anehnya memang, mereka berhasil. Tapi, kami mulai memulihkan diri dan kami memiliki segalanya. Ada SDA, teritori luas, dan orang-orang berpendidikan baik. Kami memiliki potensi, kami ingin merasa aman di negara kami. Kami tidak ingin ada rudal mendekati negara kami, bukan kami yang membawa rudal ke AS, Kanada, atau negara lain," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Ini Isi RUU Sanksi untuk Rusia yang Disahkan DPR AS, Bisa Incar Negara Lain

2 hari lalu

DPR AS Sahkan RUU Sanksi Baru untuk Rusia

7 hari lalu

Iran Terancam Sanksi Internasional, Rusia dan China: Tak Ada Dasar Hukumnya

8 hari lalu

Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal