“Ini perairan internasional dan Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita akan meledakkan mereka. Mereka paham itu, mereka akan baik-baik saja," ujarnya, mengancam.
Sejauh ini belum ada pernyataan dari Oman terkait ancaman baru Trump tersebut.
“Kami akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya, itu bagian dari negosiasi yang kami lakukan,” kata Trump, menegaskan.
Trump juga mendesak Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania untuk bergabung dalam Perjanjian Abraham yakni menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. Negara-negara tersebut jelas menolak permintaan itu.
Permintaan itu kembali diangkat Trump dalam rapat kabinet.
“Sejujurnya, saya tidak yakin kita harus membuat kesepakatan jika mereka tidak menandatanganinya,” kata Trump, mengancam.
Pernyataan Trump itu menunjukkan, kesepakatan damai AS-Iran masih jauh dari ujung, yakni mengakhiri konflik. Masih ada poin-poin kesepakatan, bahkan belum termasuk program nuklir, yang belum menemui kata sepakat.
Di sisi lain, Trump berulang kali mengatakan sejak gencatan senjata pada awal April lalu bahwa kesepakatan dama dengan Iran sudah dekat.
Poin-poin yang masih menjadi kendala dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan nasib uranium yang diperkaya Iran.
Iran juga menghendaki AS mencabut sanksi serta mencairkan dana yang dibekukan di luar negeri.