Trump Bantah Iran dan Oman Akan Kendalikan Selat Hormuz sebagai Bagian Kesepakatan Damai

Anton Suhartono
Donald Trump menepis laporan bahwa Iran dan Oman akan mengendalikan Selat Hormuz sebagai bagian dari perundingan damai untuk mengakhiri konflik (Foto: AP)

“Ini perairan internasional dan Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita akan meledakkan mereka. Mereka paham itu, mereka akan baik-baik saja," ujarnya, mengancam.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari Oman terkait ancaman baru Trump tersebut.

“Kami akan mengawasinya, tetapi tidak ada yang akan mengendalikannya, itu bagian dari negosiasi yang kami lakukan,” kata Trump, menegaskan.
Trump juga mendesak Arab Saudi, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, dan Yordania untuk bergabung dalam Perjanjian Abraham yakni menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. Negara-negara tersebut jelas menolak permintaan itu.

Permintaan itu kembali diangkat Trump dalam rapat kabinet.

“Sejujurnya, saya tidak yakin kita harus membuat kesepakatan jika mereka tidak menandatanganinya,” kata Trump, mengancam.


Pernyataan Trump itu menunjukkan, kesepakatan damai AS-Iran masih jauh dari ujung, yakni mengakhiri konflik. Masih ada poin-poin kesepakatan, bahkan belum termasuk program nuklir, yang belum menemui kata sepakat.

Di sisi lain, Trump berulang kali mengatakan sejak gencatan senjata pada awal April lalu bahwa kesepakatan dama dengan Iran sudah dekat.

Poin-poin yang masih menjadi kendala dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan nasib uranium yang diperkaya Iran.

Iran juga menghendaki AS mencabut sanksi serta mencairkan dana yang dibekukan di luar negeri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Iran Ancam Serang Infrastruktur Negara-Negara Timur Tengah jika Digempur AS Lagi

9 jam lalu

Nah, Trump Bantah Bakal Longgarkan Sanksi untuk Iran

10 jam lalu

Terungkap! Ini Alasan Trump Tolak Tawaran Iran Buka Selat Hormuz

12 jam lalu

Trump Ubah Selat Hormuz Gunakan Namanya setelah Tolak Proposal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal