Jakarta Terasa Lebih Panas Belakangan Ini, Penyebabnya Mengejutkan!

Muhammad Sukardi
Masyarakat pakai payung di tengah suhu panas di DKI Jakarta. (Foto: Aldhi Chandra)

El Niño Membuat Cuaca Lebih Kering

BMKG melaporkan bahwa El Niño masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat pada Oktober 2026. Kondisi ini, ditambah pengaruh Indian Ocean Dipole (IOD) positif, dapat mengurangi potensi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Dalam prakiraan cuaca periode 20–26 Oktober 2026, BMKG menyebut cuaca panas dan relatif kering masih berlangsung di sejumlah wilayah. Minimnya tutupan awan memungkinkan lebih banyak radiasi Matahari mencapai permukaan Bumi sehingga meningkatkan pemanasan pada siang hari.

Meski demikian, pengaruh El Niño terhadap curah hujan tidak berarti setiap wilayah akan selalu mengalami cuaca cerah. Hujan lokal tetap berpeluang terjadi, bergantung pada kondisi atmosfer setempat.

Posisi Matahari Ikut Membuat Jakarta Gerah

Faktor lainnya adalah posisi semu Matahari yang melintasi wilayah sekitar Pulau Jawa pada periode tertentu.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan sebelumnya menjelaskan bahwa Jakarta dan sekitarnya dapat terasa lebih gerah pada akhir September hingga Oktober karena posisi semu Matahari berada di sekitar wilayah tersebut.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
8 jam lalu

BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik

23 jam lalu

BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

1 hari lalu

BMKG Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Urai Asap Karhutla di Sumatera-Kalimantan

2 hari lalu

Gempa M6,3 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal