Jakarta Terasa Lebih Panas Belakangan Ini, Penyebabnya Mengejutkan!

Muhammad Sukardi
Masyarakat pakai payung di tengah suhu panas di DKI Jakarta. (Foto: Aldhi Chandra)

Minimnya ruang hijau di kawasan tertentu juga dapat memperkuat efek tersebut. Pepohonan membantu memberikan keteduhan dan mendinginkan lingkungan melalui proses evapotranspirasi, yakni pelepasan uap air dari tanah dan tumbuhan.

Sebaliknya, kawasan yang didominasi beton dan aspal memiliki kemampuan pendinginan alami yang lebih terbatas.

Akibatnya, dua lokasi yang berada di kota yang sama bisa memiliki kondisi panas berbeda. Jalan yang minim pepohonan, misalnya, dapat terasa lebih menyengat dibandingkan taman yang rindang.

Mengapa Suhu Tidak Terlalu Tinggi, tetapi Terasa Menyengat?

Rasa panas yang dialami seseorang tidak hanya ditentukan oleh angka suhu udara.

Paparan sinar Matahari secara langsung, suhu permukaan di sekitar tubuh, pergerakan angin, dan kelembapan udara turut memengaruhi kenyamanan termal.

Ketika seseorang berada di bawah terik Matahari, tubuh menerima tambahan panas melalui radiasi. Aspal dan bangunan yang panas juga dapat meningkatkan beban panas di lingkungan sekitar.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 hari lalu

BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik

2 hari lalu

BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

2 hari lalu

BMKG Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Urai Asap Karhutla di Sumatera-Kalimantan

3 hari lalu

Gempa M6,3 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal