Jakarta Terasa Lebih Panas Belakangan Ini, Penyebabnya Mengejutkan!

Muhammad Sukardi
Masyarakat pakai payung di tengah suhu panas di DKI Jakarta. (Foto: Aldhi Chandra)

Kelembapan udara turut berperan. Jika kelembapan tinggi, keringat lebih sulit menguap sehingga proses pendinginan alami tubuh menjadi kurang efektif.

Karena itu, suhu udara yang tercatat pada termometer belum tentu sepenuhnya menggambarkan seberapa panas kondisi yang dirasakan seseorang saat beraktivitas di luar ruangan.

Meski demikian, kelembapan tidak selalu tinggi saat cuaca panas. Kondisi udara yang lebih kering pun dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan melalui keringat.

Apakah Jakarta Akan Terus Semakin Panas?

Kondisi panas pada Oktober 2026 perlu dilihat dari dua aspek, yakni dinamika cuaca dalam jangka pendek dan perubahan lingkungan perkotaan dalam jangka panjang.

El Niño, tutupan awan, curah hujan, dan posisi semu Matahari memengaruhi kondisi cuaca pada periode tertentu. Sementara itu, urban heat island berkaitan dengan karakteristik lingkungan kota, termasuk kepadatan bangunan, material permukaan, dan ketersediaan ruang hijau.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 hari lalu

BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik

2 hari lalu

BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

2 hari lalu

BMKG Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Urai Asap Karhutla di Sumatera-Kalimantan

3 hari lalu

Gempa M6,3 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal