Jakarta Terasa Lebih Panas Belakangan Ini, Penyebabnya Mengejutkan!

Muhammad Sukardi
Masyarakat pakai payung di tengah suhu panas di DKI Jakarta. (Foto: Aldhi Chandra)

Ketika Matahari berada relatif tinggi di langit, energi radiasi yang diterima permukaan dapat meningkat, terutama jika tutupan awan sedikit.

Kondisi ini membuat permukaan jalan, trotoar, atap bangunan, dan area terbuka menerima paparan Matahari yang kuat. Suhu permukaan benda-benda tersebut pun dapat menjadi lebih tinggi daripada suhu udara yang tercatat oleh alat pengukur cuaca.

Urban Heat Island, Penyebab Panas yang Sering Tak Disadari

Selain faktor cuaca, Jakarta juga menghadapi fenomena urban heat island. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika kawasan perkotaan cenderung lebih panas dibandingkan daerah sekitarnya yang memiliki lebih banyak vegetasi.

Fenomena tersebut berkaitan dengan banyaknya permukaan buatan manusia, seperti aspal, beton, bangunan, dan jalan raya, yang menyerap serta menyimpan panas.

Guswanto menjelaskan bahwa panas yang tersimpan pada permukaan perkotaan dapat dilepaskan secara perlahan, termasuk setelah Matahari terbenam. Karena itu, udara di sejumlah kawasan Jakarta masih bisa terasa gerah pada malam hari.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
8 jam lalu

BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik

23 jam lalu

BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

1 hari lalu

BMKG Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Urai Asap Karhutla di Sumatera-Kalimantan

2 hari lalu

Gempa M6,3 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal