Herannya lagi, Kakek Tukang Parkir tersebut memberikan uang dengan ringan saja. Tak ada ekspresi keberatan apa pun. Sementara itu, si Ibu langsung pergi tanpa mengucapkan terima kasih.
Hatiku jadi malu melihat kebaikan Kakek Tukang Parkir itu. Diriku yang sehat serta tidak kekurangan ekonomi, kala didatangkan pengemis masih menggerutu untuk memberinya. Di sini, kutemukan pelajaran, yaitu ketulusan si Kakek Tukang Parkir dan perbuatan si Ibnu Pengemis yang menghinakan diri dengan memanfaatkan kemiskinannya dengan meminta-minta.
Budi setiap malam suka makan di sebuah warung makan kaki lima. Warung makan itu setiap malam sangat ramai didatangi banyak orang. Pada warung tersebut biasanya terdapat banyak kucing berkeliaran.
Kucing-kucing itu mengeong-ngeong meminta makan pengunjung warung tersebut tersebut. Ada yang memberi makan, namun ada pula yang mengusir, tidak jarang menendang.
Suatu hari Budi melihat seorang bapak didatangi kucing berbulu abu-abu. Kucing itu mengeong sambil memandangi bapak yang sedang menyantap pesanannya. Namun bapak itu malah menyiramkan air ke kucing itu. Kucing itu tampak ketakutan, lalu berlari.