Suatu hari, warga Jerman Timur mengumpulkan tumpukan sampah, lau dengan sengaja membuangnya ke wilayah Jerman Barat. Sampah tersebut dilemparkan melewati tembok Berlin yang tingginya tiga meter dan penuh kawat duri.
Hal itu sengaja mereka lakukan sebagai upaya provokasi untuk memancing kemarahan warga Jerman Barat. Dengan cara ‘sederhana’ itu, mereka ingin memantik kebrutalan guna memperuncing konflik antara Blok Timur dan Blok Barat.
Akan tetapi, warga Jerman Barat ternyata tidak terpancing. Mereka tidak marah walaupun pada awalnya kaget melihat sampah-sampah busuk bertebaran dekat tembok di wilayah mereka. Reaksi warga Jerman barat tersebut sungguh di luar dugaan pihak Jerman Timur.
Warga Jerman Barat bahkan tidak membalas dengan melakukan hal yang sama. Mereka justru mengumpulkan sejumlah makanan lezat lalu dilemparkan kembali ke wilayah Jerman Timur dengan tulisan “Terima kasih atas pemberiannya. Kami hanya bisa memberi apa yang kami miliki. Semoga bisa bermanfaat bagi kalian, saudara-saudara sebangsa.”
Akibatnya, sungguh luar biasa! Penduduk Jerman Timur merasa sangat malu karena perilaku mereka yang melempar sampah ke seberang tembok. Malah dikembalikan dalam bentuk makanan lezat dan masih dianggap saudara sebangsa.