Benar saja, seketika pria itu merampas tas si ibu. Ibu itu menjerit, dengan secepat kilat Budi menjegal pencuri itu hingga terjatuh. Tas itu pun terjatuh bersama si pencuri, lalu pencuri tersebut melarikan diri. Budi mengambil tas itu dan memberikannya kepada wanita itu.
"Terima kasih nak, untung ada dirimu," kata wanita itu memuji Budi. "Iya, lain kali hati-hati ya bu!" jawab Budi sambil meninggalkan wanita itu.
"Hey nak tunggu, ini ada sesuatu untukmu," kata wanita itu.
"Tak usah bu, aku tadi hanya kebetulan lewat," jawab Budi. Wanita itu merasa heran dengan kebaikan Budi, lalu tanpa sengaja ia memandang gerobak getuk Budi dan berkata, "Baiklah jika kamu tak menginginkan uang ini, biarkan aku membeli semua getukmu."
Mendengar suara itu Budi menjadi bergembira dan haru akhirnya ia dapat menerima uang dan membelikan obat untuk ayahnya. "Terima kasih, Bu!" jawab Budi terhadap wanita itu.
Di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Dika. Ia berasal dari keluarga sederhana yang berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meskipun hidup dalam keterbatasan, Dika memiliki tekad yang kuat untuk meraih pendidikan tinggi.