JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas, meminta para pelaku korupsi pengadaan barang dan jasa terkait dana siap pakai (DSP) kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dihukum berat. Apalagi, kata dia, korupsi itu terjadi saat Indonesia tengah dilanda bencana.
Hasbi menilai, kasus dugaan korupsi dana kebencanaan telah mencederai rasa keadilan masyarakat. Terlebih, kasus tersebut mencuat ketika Indonesia tengah menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan penanganan serius serta dukungan anggaran yang memadai.
“Saya sangat prihatin dengan kasus dugaan korupsi dana kebencanaan di BNPB ini. Apalagi, kasus tersebut mencuat saat Indonesia sedang menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Ini sungguh menyakiti hati masyarakat yang sedang membutuhkan kehadiran negara dalam penanganan bencana,” ujar Hasbi dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Dia menegaskan, dana kebencanaan merupakan anggaran yang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat, terutama mereka yang terdampak bencana dan berada dalam situasi darurat. Karena itu, setiap dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut harus ditangani secara serius dan tidak boleh ditoleransi.
Menurutnya, korupsi dana kebencanaan bukan hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga dapat menghambat penanganan bencana, memperlambat penyaluran bantuan, serta memperburuk penderitaan masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera.