Sebagian besar investasi tersebut, kata Google, dilakukan jauh sebelum Nadiem Makarim ditunjuk sebagai Mendikbudristek.
"Investasi pada entitas terkait Gojek ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan upaya jangka panjang kami dalam meningkatkan lanskap pendidikan di Indonesia maupun kerja sama kami dengan Kementerian Pendidikan terkait produk dan layanan kami," tulis Google.
Google mengeklaim tidak pernah menawarkan, menjanjikan, atau pun memberikan imbalan kepada pejabat Kemendikbudristek sebagai kompensasi atas keputusan untuk menggunakan produk-produk Google.
"Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi digital Indonesia dengan menjunjung tinggi standar transparansi dan integritas tertinggi," tutur Google.