Komisi IV DPR Soroti Praktik Pengoplosan Beras SPHP, Minta Pengawasan Diperketat

Achmad Al Fiqri
Komisi IV DPR menilai dugaan penyimpangan 600 ton beras SPHP menunjukkan perlunya penguatan pengawasan internal Bulog dan Bapanas. (Foto: Ilustrasi/Dok. Bapanas)

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS, Riyono Caping menyoroti dugaan penyalahgunaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang ditemukan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta Timur.

Riyono menyayangkan adanya oknum yang diduga memanfaatkan program tersebut untuk mengambil keuntungan. Menurutnya, tindakan itu berpotensi merampas hak masyarakat atas beras SPHP yang mendapat dukungan anggaran negara.

“Beras SPHP ini disubsidi per kg Rp6.000 agar harganya bisa Rp12.500 saat dibeli rakyat. Artinya, ada hak rakyat yang harus dijaga dalam rantai pasok beras SPHP. Jangan sembrono mengelolanya,” kata Riyono kepada wartawan dikutip, Minggu (1/11/2026).

Dia menambahkan, beras SPHP ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog.

Program tersebut bertujuan menjaga ketersediaan stok pangan, menstabilkan harga beras di tingkat masyarakat, serta mengendalikan inflasi. Penyalurannya diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

BULOG Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

3 hari lalu

BULOG Gerak Cepat Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus Perkuat Pengawasan Nasional

3 hari lalu

Dirut Bulog Ungkap Modus Pengemasan Ulang Beras SPHP di Jaktim, Pelaku Ditangkap

3 hari lalu

Mentan Amran Buka Layanan Aduan Beras SPHP, Lapor Penyelewengan di Nomor Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal