Letjen TNI Iwan Setiawan, dari Everest ke Kostrad

iNews
Penulis Egy Massadiah bersama Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Iwan Setiawan (Foto: Egy Massadiah)

Karena itu, bagi saya, misi Everest bukan sekadar satu baris dalam biodata Iwan Setiawan. Di dalamnya ada kenangan pribadi sekaligus awal untuk memahami cara ia memandang tugas, alam, dan dirinya sendiri.

Pam Pam Pam

Ada hal lain yang khas dari Iwan: suaranya. Di kalangan prajurit, ia dikenal piawai menghidupkan suasana dan membakar semangat pasukan melalui yel-yel. Bahkan, setiap kali saya meneleponnya, sering kali bukan kata “halo” yang terdengar lebih dahulu.

Yang muncul justru suara lantang: “Komando Hantu Rimba, Prajurit Sapta Marga… pam… pam… pam… Merah Putih…!”

Itulah Iwan. Ramai, spontan, kocak, dengan aksen Sunda yang kental. Namun, ketika masuk urusan tugas, ia berubah menjadi prajurit serius.

Dalam falsafah Sunda dikenal ajaran silih asah, silih asih, silih asuh: saling menajamkan kemampuan, memelihara rasa kemanusiaan, dan saling membimbing. Dalam kepemimpinan militer, maknanya relevan. Prajurit tidak hanya dituntut kuat, tetapi juga perlu terus diasah kemampuannya, dipelihara soliditasnya, dan dibimbing agar tumbuh menjadi manusia sekaligus prajurit yang lebih baik.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
15 hari lalu

KSAD Ungkap Letjen Iwan Setiawan Jadi Pangkostrad, Gantikan Letjen Mohammad Fadjar

1 tahun lalu

Profil Djamari Chaniago, Eks Pangkostrad asal Padang Dilantik jadi Menko Polkam

1 tahun lalu

Sosok Djamari Chaniago Dilantik Jadi Menko Polkam, Eks Pangkostrad

1 tahun lalu

Prabowo Puji Pangkostrad Komandan Upacara di Batujajar: Letjen Pimpin dari Depan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal